Kanker Prostat

Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Sel ini dapat menyebar secara metastasis (bahkan menyebar lebih jauh) keseluruh bagian-bagian lain dari tubuh, seperti tulang-tulang, paru-paru, dan hati.

Kanker prostat memang menjadi suatu hal yang menakutkan bagi para pria. Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker. Kanker prostat jarang menyerang pria di bawah 45 tahun kecuali riwayat keluarga atau faktor keturunan.

Celakanya kanker ini sering tumbuh secara diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai setelah menyebar ketulang dan jaringan di sekitarnya. Itu sebabnya penting sekali bagi pria usia 50 tahun keatas untuk menjalani uji rektal digital yang memungkinkan dokter menemukan benjolan atau pembesaran pada prostat, dan prostate-specific antigen blood test, uji darah untuk mendeteksi sejenis protein yang keluar dari prostat apabila ada tumor.

Stadium Kanker Prostat

Pada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya.

Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM, T=tumor, N=nodus, M=metastase:

  • T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.
  • T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.
  • T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen.
  • T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa.
  • N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 – berarti belum menyebar ke nodus.
  • M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.

Posted in gejala kanker prostat, kanker prostat, obat kanker prostat, penyebab kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kanker Prostat Pada Pria

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang biasanya didiagnosis pada pria yang usianya diatas 65 tahun dan meskipun saat ini makin banyak yang terdiagnosis pada pria yang suianya lebih muda, mungkin dari hasil penapisan yang dilalukan juga lebih agresif. Terdapat dari beberapa studi dan penelitian otopsi yang menunjukkan bahwa sekitar setengah pria yang berada diusia 50 tahun-an memiliki beberapa sel prostat yang mempunyai resiko penyakit kanker, temuan ini biasanya menimbulkan suatu perdebatan yang sifatnya signifikan pada terapi yang dianjurkan, dan khususnya bagi pria yang lansia yang mengidap penyakit tumor pada tahap dini dan juga sifatnya yang tumbuh-lambat. Penyebab kanker prostat pada pria belum diketahui secara pasti, namun walaupun faktor genetic dan juga lingkungan merupakan kedua faktor pemicu dari terjadinya masalah kanker prostat ini.

Resiko dari penyebab kanker prostat pada pria meningkat jika anggota keluarga dekat mengidap penyakit kanker prostat ini. Penyakit kanker prostat ini berhubungan dengan kadar testosterone yang akan menetap seumur hidup. Penyakit kanker prostat ini sifatnya adalah dependen testosterone hingga pada fase akhir perjalanan suatu penyakitnya. Penyakit tumor prostat ini dibagi menjadi stadium A-D. Tumor prostat degan stadium A ini biasanya berdiferensiasi baik (A1) atau juga berdiferensiasi sedang atau buruk (A2) namun terbatas pada kelenjar prostat.

Biasanya gejala penyebab kanker prostat pada pria ditandai dengan kanker penis yang ditandai dengan lesi ulserabutif pada batang penis pria yang mungkin dirasa nyeri atau tidak. Kanker testis yang ditandai dengan membentuknya suatu massa pada penis yang mungkin menimbulkan rasa nyeri seiring dengan perkembangan pertumbuhannya. Testis mungkin akan terasa berat dan menimbulkan rasa pegal dan bisa menimbulkan ginekomastia.

Penyakit kanker prostat ini mungkin asimptomatik atau yang berakitan dengan meningkatnya frekuensi dan juga keinginan untuk buang air kecil, serta menurunnya tekanan aliran urine. Ejakulat mungkin bisa mengandung darah, dan pada kasus yang selanjutnya bisa menimbulkan rasa sakit punggung.

Pengobatan penyebab kanker prostat pada pria bisa dilakukan dengan pengobatan herbal. Pengobatan herbal ini juga dilakukan berdasarkan dari stadium penyakit kanker prostatnya.

Posted in gejala kanker prostat, kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Prostat Pada Lansia

Kanker prostat pada lansia sering terjadi. Dapat dianggap bahwa sekitar sepuluh persen pria  diatas usia enam puluh tahun terkena kanker prostat. Dibawah lima puluh tahun, jarang atau tidak pernah terlihat, sementara di atas tujuh puluh tahun di Negara-Negara Barat, kanker ini adalah tumor ganas pada pria yang banyak terjadi. Insidensinya meningkat yang untuk sebgian merupakan akibat meningkatnya diagnosis dini dari kanker prostat tanpa gejala. Diseluruh dunia, ada banyak perbedaan dalam hal munuclnya kanker prostat. Di Asia timur insidensinya rendah, sedangkan di Eropa Selatan dan Amerika Latin insidensinya sedang. Dibandingkan dengan pria kulit putih di Amerika Serikat, insidensinya diantara prin akulit hitam di AS, adalah dua kali lipat, sementara pir di Jepang, jarang terkena kanker prostat, dibandingkan denganorang kulit putih di AS. Insidensinya juga rendah diantara pria kulit hita di Afrika. Hormon kelamin pria adalaj penting, bahkan merupakan syarat utama pada terjadinya kanker prostat pada  pria yang kelenjat testisnya diangkat (kebiri), penyakit ini tidak tampak.

Perbedaan mencolok dalam insidensi penyakit kanker prostat pada lansia ini tentu saja menunjuk ke faktor-faktor eksternal. Faktor mana, anehnya tidak helas. Tentu saja orang otomatis mengaitkannya dengan kebiasaan makan, dengan pola mondial, lemak dan protein berlebihan. Namun hal ini tidak pernah dibuktikan. Tidak ada pegangan dalam memberikan nashat untuk mencegah kanker ini. Satu-satunya faktor resiko yang pasti adalah usia, tetapi penuaan tidak dapat dihambat maupun dicegah. Pada sepuluh persen kanker prostat pada lansia, ada indikasi mengenai peranan faktor keturunan. Beberapa keluarga dipantai sesuai skema penelitian tahunan tertentu dengan pemeriksaan rectal (DRE=digital rectal examination) dan pemeriksaan darah (PSA = prostate specific  antigen). Jika mencurigakan dilakukan pemeriksaan endo-ekho, kalau perlu diikuti biopsy lewat rectum. Jika tidak ditunjukkan adanya sel-sel  tumor, sesudah setahun, pemeriksaan diulang.

Munculnya kanker prostat pada lansia secara laten pada usia tua banyak terjadi. Sepuluh persen pria usia enam puluh tahun mempunyai kanker prostat diam dan tidak bergejala. Presentase ini bertambah bersama usia. Pada tiga puluh persen mayat pria yang sebelumnya tidak mempunyai leuhan atau gejala kanker prostat ternyata pada pemeriksaan ditemukan adnaya tumor ganas ini. Pertumbuhan dari kanker prostat asimptomatis yang kebetulan ditemukan pada umumnya lamban sekali. Sembilan puluh persen tumor tersebut merupakan adenokarsinoma. Umumnya penyakitnya multifocal, sarang atau sarang-sarang ganas sering terletak di pinggi rkelnjar. Prognosisnya langsung bergantung pada derajat keganasan sel-sel dan kadar infiltrasi ke dalam pembuluh darah limfe dan pembuluh balik.

Posted in gejala kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Prostat Pada Pria

Kanker prostat pada pria adalah kanker normor satu yang diidentifikasi pada pria di Amerika Serikat dan penyebab kematian tersering kedua akibat kanker pada populasi tersebut (yang pertama adalah kanker paru). Kanker prostat biasanya terdiagnosis pada pria berusia diatas 65 tahun, walaupun kini makin banyak didiagnosis pada pria yang lebih muda, mungkin hasil dari penapisan yang dilakukan lebih agresif. Beberapa studi otopsi memperlihatkan bahwa sekitar 50% pria diatas usia 50 tahun memiliki beberapa sel prostat yang bersifat kanker, temuan ini menimbulkan perdebatan signifikan terhadap terapi yang dianjurkan khususnya pada pria lansia yang mengidap tumor tahap dini dan tumbuh lambat.

Penyebab kanker prostat pada pria tidak diketahui, walaupun fakto genetic dan lingkungan keduanya diperkirakan berperan. Resiko kanker prostat meningkat pada pria yang keluarga dekatnya (first degree relatives) mengidap penyakit ini, pada pria Amerika keturunan Afrika  dan pada pria yang terpanjan ke toksin okupasional atau lingkungan tertentu misalnya cadmium. Kanker prostat tampaknya berkaitan dengan kadar testosterone yang menetap seumur hidup. Kanker prostat bersifat dependen testosterone sampai pada tahap akhi perjalanan penyakit. Berdasarkan anamnesis dan hasil biopsy, tumor prostat dapat dibagi menjadi stadium A sampai D. Tumor stadium A berdiferensiasi baik (A1) ata berdiferensi sedang atau buruk (A2) etapi terbatas dikelenjar prostat. Tumor-tumor ini asimptomatik dan keberadaannya dilaporkan lebih dari 80% pria berusaha diatas 80 tahun. Tumor stadium A tidak dapat diraba dengan pemeriksaan jari. Tumor stadium B mencakup tumor nodus tunggal (B1) atau sekelompok nodus diskret (B2) yang teraba pada pemeriksaan jari dan terbatas di prostat. Tumor stadium C adalah massa besar yang mengisi keseluruhan kelenjar prostat (C1) dna mungkin meluas melebihi batas-batas kelenjar (C2). Tumor stadium D telah bermetastatis dengan sel-sel kanker ditemukan dikelenjar limfe regional panggul (D1) atau ditempat lain (D2) sering ditulang.

Gambaran kanker prostat pada pria :

  1. Kanker penis ditandai oleh lesi ulserabutif dibatang penis yang mungkin nyeri atau tidak.
  2. Kanker testis ditandai oleh pembentukan suatu massa di testis, yang mugnkin menimbulkan nyeri sering dengan pertumbuhannya. Testis mungkin terasa berat dan menimbulkan rasa pegal. Dapat menimbulkan ginekomastia.
  3. Kanker prostat pada pria mungkin asimptomatik  atau berkaitan dengan peningkatan frekuensi dan keinginan berkemih, serta penurunan tekanan aliran urine. Ejakulay mungkin mengandung darah, dan pada kasus lanjut, dapat menimbulkan nyeri punggung.

Perangkat Diagnostik kanker prostat pada pria adalah :

  1. Biopsi sel-sel dipenis dapat mendiagnosis dan menentikan stadium kanker penis.
  2. Transiluminasi testis, ultrasound, dan MRI dapat mengidentifikasi adanya massa ditestis dan menunjang diagnosis klinis kanker testis.
Posted in gejala kanker prostat, kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Prostat

Penyakit kanker prostat adalah keganasan tersering pada laki-laki dengan lebih dari 240.000 kasus baru terdiagnosis setiap tahunnya, namun hanya sekitar 40.000 dari mereka yang akan meniinggal karena penyakit ini. Perjalanan alamiah kanker prostat pada sebagian kecil kasus sangat agresif dengan sedikit pilhan terapi yang dapat menyembuhkannya. Sebagian besar gejala kanker prostat tumbuh jauh lebih lambat dan banyak kasus ditemukan secara tidak sengaja saat otopsi laki-laki lanjut usia yang meninggal karena kasus lain. Tujuan deteksi dini adalah untuk mengeradikasi tumor agresif sebelum menyebar, sisi negatifnya adalah bahwa sebagian bessar orang terdeteksi secara dini beresiko mengalami penyulit (termasuk inkontinesia dan impotensi serta infeksi dan bahkan kematian akibat pembedahan) akibat pembedahan yang dapat menyembuhkan kanker yang sebenarnya tidak menyebabkan mereka meninggal. Walaupun metode-metode penapisan untuk mendeteksi kanker prostat telah digunakan secara ekstensif, tidak ada bukti bahwa angka kematian akibat kanker prostat telah berkurang.

kanker-prostat

Petunjuk klinis mengenai deteksi dini penyakit kanker prostat yang merekomendasikan untuk tidak melakukan pemeriksaan penapisan secara rutin pada laki-laki, tetapi hanya setelah mempertimbangkan resiko dan preferensi  masing-masing pasien, dan untuk menyertakan laki-laki yang memenuhi syarat dalam uji-uji klinis yang sedang dilakukan. Pemeriksaan penapisan tipikal untuk penyakit kanker prostat tak mencakup pemeriksaan kelenjar protat melalui rectum dengan jari ditambah pengukuran atigen spesifik-prostat (PSA) dalam serum diikuti oleh pemeriksaan ultarsonografi dan biopso jaru, untuk kasus yang mencurigakan. Pemakaian PSA dalam pemeriksaan penaposan untuk gejala kanker prostat telah hampir universal di Amerika Serikat walaupun terdapat pertimbangan-pertimbangan diatas. Selain itu, laki-laki dengan hipertrofi prostat jinak mungkin memperlihatkan peningkatan kadar PSA yang cukup banyak menimbulkan hasil positif-palsu.

PSA adalah suatu enzim yang disintesis hampir secara ekslusif oleh prostat. PSA diukur sebagia suatu antigen oleh immunoassay. Beberapa modifikasi diajukan untuk memperbaiki kemampuan diagnostiknya :

  1. Telah dianjurkan rentang acuan yang sudah disesuaikan dengan usia, dengsn batas jelas yang sudah disesuaikan dengan usia, dengan batas atas meningkat setiap penambahan usia satu decade. Konsentrasi dalam serum bervariasi sesuai volume prostat, yang meningkat seiring dengan usia, sehingga apabila digunakan hanya satu rentang acuan akan banyak dijumpai hasil positif-palsu. Sayangnya pada praktiknya, pemakaian banyak rentang acuan tampaknya menurunkan sensitifitas utnuk mendeteksi beberapa kasus penyakit kanker prostat ini.
  2. Kecepatan PSA berasal dari pengukuran setiap tahun, peningkatan tahunan sebesar 1.0 ng/mL atau lebih mungkin mengisyaratkan kanker prostat.
  3. Densitas PSA (atau indeks PSA) dihitung dengan membagi konsentrasu PSA serum dengan volume prostat (dieroleh dari penentuan ukuran secara ultrasonografis). Secara logika, koreksi volume harus mempertimbangkan peningkatan pengeluaran PSA dari kelenjar yang mengalami hipertrofi jinak, sehingga ekskresi berlebihan dari karsinoma akan lebih jelas tampak. Sayangnya pada praktiknya densitas PSA tidak terlalu sensitive dalam mendeteksi penyakit kanker.
Posted in kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Prostat dan Pengobatannya

Kanker prostat adalah penyakit ganas yang terjadi di dalam kelenjar prostat yang dimulai dengan perubahan sangat kecil dalam ukuran dan bentuk sel-sel kelenjar prostat. Prostat sendiri merupakan kelenjar yang terletak di antara kantong kemuh dan saluran kemih keluar (uretra). Kelenjar prostat akan menghasilkan cairan yang membentuk sebagian komponen air mani. Besarnya cuma sebesar biji kenari. Namun sekali mengalami gangguan, bukan main akibatnya.

prostat

Beberapa kemungkinan terjadi kelainan prostat, antara lain infeksi prostat jinak (BPH) dan kanker prostat ini. Yang paling ditakutkan tentunya kanker karena bisa menyebar ke bagian lain sehingga berdampak pada kematian.

Penyebab kanker prostat belum diketahui pasti. Namun menurut Prof. Umbas menerangan bahwa ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker prostat, diantaranya faktor usia dan riwayat keluarga, faktor peningkatan hormon testosteron dan diet tinggi lemak. Toksin juga merupakan faktor risiko kanker prostat.
Kanker prostat umumnya dapat diklasifikasikan berdasarkan derajat keganasan dan stdium. Derajat keganasan menggambarkan sejauh mana sel-sel normal dari kelenjar prostat. Berdasarkan pada hasil pemeriksaan mikroskop dari jaringan tumor ahli patologi akan menentukan apakah tumor memiliki derajat keganasan yang rendah, sedang atau tinggi.

Sedangkan stadium akan menggambarkan luas dari suatu kanker prostat. Kanker prostat stadium awal, yakni stadium I dan II, biasanya merupakan kanker yang masih terlokalisir di mana sel-sel kanker masih berada di sebatas kelenjar prostat dan belum menyebar keluar. Kondisi tragis dialami mereka yang telah memasuki stadium III atau yang biasa disebut kanker prostat locally advanced. Pada stadium ini, sel-sel kanker telah menyebar keluar dan mungkin ke kantong air mani. Lebih tragis lagi pada kanker prostat stadium IV yang menandakan sel-sel kanker telah menyebar ke jaringan lain seperti kelenjar getah bening dan atau jaringan atau organ lain.

Jika sejak stadium awal ditangani, harapan hidupnya 70%. Kalau stadium lanjutan, pada banyak kasus harapan hidupnya 50%, dalam 5 tahun pasien meninggal. 5 tahun berikutnya tersisa 20%. Pada tahap awal, gejala kanker prostat tidak menunjukkan gejala. Setelah kanker prostat berkembang, baru muncul gejala tapi tidak khas. Gejala yang muncul menyerupai gejala BPH (pembesaran prostat jinak). Gejala yang sering ditemui adalah sering ingin buangg air kecil, terutama malam hari, sulit untuk memulai buang air atau menahan air seni, aliran air seni lemah atau terganggu, nyeri atau terbakar saat buang air kecil, adanya darah dalam air seni atau air mani. Nyeri dan kaku pada punggung bawah, pinggul, serta paha atas dan adnaya gangguan seksual lain seperti sulit ereksi atau nyeri pada saat ejakulasi juga bagian penanda adanya kanker.

Di Indonesia, dalam 25 tahun terakhir jumlah penderita kanker prostat terus berlipat. Berdasarkan data di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangun Kusumo (RSCM) dan Pusat Kanker Nasional Dharmais, selama periode 1995-1999, ada 135 penderita kanker prostat. 5 tahun kemudian angka itu sudah berlipat menjadi 249 orang. dan dalam 5 tahun terakhir, penderita kanker prostat terus menggelembung menjadi 395 orang.

Prof. Umbas, jika terlanjur sudah terkena kanker prostat, maka pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan stadium yang diderita. Pada umumnya kanker prostat awal biasanya dilakukan operasi pengangkatan prostat dan terapi penyinaran. Sedang pada kanker yang telah menyebar biasanya dilakukan terapi hormon, pengangkatan testis atau kemoterapi.

Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, Pakar onkologi medik senior dari Univ. Indonesia di tempat yang sama mengemukkan tindakan kemoterapi pada pengobatan kanker prostat biasanya dilakukan apabila kanker tersebut telah resisten terhadap terapi pengobatan lainnya, seperti misalnya terapi hormon.

Posted in gejala kanker prostat, kanker prostat, obat kanker prostat | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kanker Prostat

Diagnosis kanker prostat dipastikan berdasarkan beberapa prosedur diagnosis yaitu :

  • Riwayat keluarga dan pemeriksaan fisik (terutama DRE)
  • Pemeriksaan darah yaitu PSA total, dan bila perlu ditambahkan pemeriksaan rasio free-PSA/PSA total atau c-PSA/PSA total untuk membedakan kanker prostat dan BPH terutama bagi pasien dengan gasil PSA total antara 2,6-10 ng/ml
  • Biopsi yabng dipandu dengan USG untuk mendapatkan sampel jaringan prostat. Selanjutnya, jaringan diperiksa dibawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker.

Ada beberapa cara penanganan kanker prostat :

  • Cukup diamati dan dipantau perkembangannya dengan melakukan pemeriksaan PSA
  • Pengangkatan kelenjar prostat
  • Radiasi
  • Terapi hormonal

Pemilihan pengobatan kanker prostat yang dilakukan oleh dokter, tergantung stadium penyakit dan kondisi pasien. PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat yang berfungsi untuk mengencerkan cairan ejakulasi yang memudahkan pergerakan sperma. Pada keadaan normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah tetapi bila terjadi peradangan atau kerusakan jaringan prostat makan kadar PSA dalam darah meningkat. Jadi peningkatan kadar PSA bukan hanya disebabkan oleh BPH.

Dalam darah, PSA ditemukan dalam keadaan bebas (free-PSA) dan sebagian besar diikat oleh protein (disebut c-PSA atau complexed-PSA). Dari hasil penelitian ternyata peningkatan free-PSA lebih dominan, sedangkan pada kanker prostat peningkatan c-PSA lebih dominan.

Untuk membedakan apakah peningkatan kadar PSA disebabkan oleh BPH atau kanker prostat maka dianjurkan pemeriksaan rasio free-PSA/ PSA total atau rasio c-PSA/ PSA total terutama bagi mereka yang kadar PSA totalnya antara 2,6-10 ng/ml.

Manfaat pemeriksaan PSA :

  • Untuk skrining (PSA total)
  • Untul diagnosis (PSA total dan rasio free-PSA/PSA total atau rasio c-PSA/PSA total)
  • Untuk pemantauan penyakit dan pemantauan pengobatan serta pemantauan setelah pengangkatan prsostat.
Posted in obat kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Deteksi Dini Kanker Prostat

Prostat adalah kelenjar seks pada pria yang berukuran kecil terletak dibawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kencing. Kanker prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimanan sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal tak terkendali sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya bahkan dapat mengakibatkan kematian. 

Penyebab kanker prostat yang pasti belum diketahui tetapi ada beberapa hal yang meningkatkan resiko seseorang untuk terkena kanker prostat yaitu usia dan riwayat keluarga, hormon, diet tinggi lemak, dan toksin disebut juga sebagai faktor resiko kanker prostat walaupun kaitannya belum jelas.

Pada stadium dini tidak bergejala. Setelah kanker berkembang muncul gejala tetapi tidak khas, menyerupai gejala Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) yaitu penyakit pembesaran prostat jinak yang sering dijumpai pada pria usia lanjut. Akibatnya, kedua penyakit ini sulit dibedakan sehingga diperlukan pemeriksaan yang dapat mendeteksi dini dan sekaligus membedakan antara kanker prostat dan BPH.

Gejala kanker prostat adalah :

  • Sering kencing
  • Sulit kencing
  • Nyeri saat berkemih
  • Urine (air kencing) berdarah
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Cairan ejakulasi berdarah
  • Gangguan ereksi
  • Nyeri pinggul atau punggung
  • Dan lain-lain

Karena penyebab belum pasti diketahui maka upaya yang dapat dilakukan adalah deteksi dini agar penyakit yang fatal dapat dihindari. Cara deteksi dini kanker prostat  pada pria usia >50 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA total (Prostate Spesific Antigen) dan pemeriksaan Digital Rectal Examination atau DRE setiap setahun sekali. Bila ada keluarga yang menderita kanker prostat, skrining dianjurkan sejak usia 40 tahun.

Posted in kanker prostat | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kanker Prostat

Pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni.

Gejala yang timbul antara lain:

  • Air seni tidak lancar - aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk menuntaskan kencing.
  • Penundaan - Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai mengalir. Kesulitan untuk memulai buang air kecil atau menahan air seni.
  • Tetesan -sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet.
  • Frekuensi - Anda lebih sering kencing daripada biasanya, terutama pada malam hari.
  • Urgensi - Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
  • Kurang tuntas – Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.
  • Gangguan seksual seperti: sulit ereksi, nyeri saat ejakulasi.
  • Sering nyeri atau kaku pada punggung bawah, pinggul, atau paha atas.

Catatan: semua gejala di atas banyak dirasakan pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

  • Gejala lain seperti sakit di pangkal penis atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.

DETEKSI KANKER PROSTAT

Kanker Prostat dapat dideteksi dengan pemeriksaan berikut:

  • Test Penanda tumor PSA: yaitu mengukur kadar PSA dalam darah.
  • Transrectal Ultrasound (TRUS): yaitu teropong prostat melalui anus.
  • Digital Rectal Examinations (DRE): dilakukan pemeriksaan colok dubur oleh dokter untuk merasakan perubahan dalam permukaan kelenjar prostat.
Posted in gejala kanker prostat, kanker prostat, obat kanker prostat, penyebab kanker prostat | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment